Perbedaan Fotogrametri dan LiDAR
Ada beberapa perbedaan fotogrametri dan LIDAR yang mungkin tidak disadari oleh para penggunanya apalagi orang awam. Apalagi, kedua teknik ini sama-sama memanfaatkan UAV atau Unmanned Aerial Vehicle.
Kedua teknik ini memiliki perbedaan yang signifikan dari berbagai aspek. Mulai dari akuisisi sampai hasil pengambilannya. Sebelum membahas mengenai perbedaannya, ada baiknya untuk memahami apa yang dimaksud dengan fotogrametri dan lidar itu sendiri.
Mengenal Fotogrametri
Fotogrametri atau yang seringkali disebut juga sebagai aerial surveying adalah sebuah teknik pemetaan. Teknik ini memanfaatkan foto udara dan menghasilkan peta foto. Hasil dari peta ini tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiran dalam penerbitan peta.
Karena dalam pemetaannya, fotogrametri tidak bisa lepas dari pengukuran terestris dan penetapan titik dasar kontrol. Batas-batas tanah yang di foto melalui udara masih harus diidentifikasi lagi dengan pengukuran langsung di lapangan.
Mengenal LiDAR
LiDAR adalah metode pendeteksian objek yang memanfaatkan pantulan sinar laser. Pantulan sinar laser ini dapat menjadi dasar pengukuran jarak objek yang ada di permukaan bumi. Awalnya teknologi ini digunakan untuk keperluan penerbangan pada tahun 60-an.
Namun, sekarang teknologi LIDAR ini semakin populer untuk digunakan dalam sistem pemetaan. Terutama, pada tahun 80-an teknologi ini sudah mulai dikembangkan untuk pemetaan suatu daerah. Terutama, daerah yang memiliki perbedaan ketinggian yang bervariasi.
LIDAR sendiri merupakan singkatan dari Light Distance and Ranging. Sesuai dengan cara kerjanya, yang memang memanfaatkan jarak dan range dari cahaya laser yang dimanfaatkan.
Perbedaan Fotogrametri dan LiDAR dari Berbagai Aspek
Setelah memahami apa yang dimaksud dengan fotogrametri maupun LIDAR. Berikutnya akan dibahas mengenai perbedaan kedua metode ini. Ada perbedaan antara fotogrametri dan LIDAR yang bisa dilihat dari beberapa aspek. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
1. Data yang Diambil
Data yang dihasilkan oleh fotogrametri adalah data raster atau data grid karena menggunakan alat dasar kamera foto. Sedangkan, data yang dihasilkan oleh LIDAR adalah data point yang seringkali juga disebut dengan point cloud.
Namun, kedua hasil data ini bisa berhubungan di mana data foto udara dapat menjadi pembentuk dari data point. Namun, ada perbedaan kualitas dan densitas point antara keduanya.
Hasil data point dari fotogrametri biasanya memiliki kualitas lebih rendah. Jika dibandingkan dengan densitas point yang dihasilkan oleh LIDAR.
2. Dimensi Data yang Dihasilkan
Fotogrametri yang menggunakan foto udara dan dasar kamera foto, maka data yang dihasilkan adalah data yang berupa dua dimensi. Dimensi ini memiliki akurasi yang lebih baik dari aspek posisi karena dapat ditentukan garis X dan Y dengan mudah.
Sedangkan, dimensi data yang dihasilkan oleh LIDAR adalah data 3 dimensi. Selain, posisi X dan Y data dari LIDAR juga memiliki ukuran Z yang merupakan ukuran tinggi. Hal ini membuat akurasi dari data ini lebih baik.
3. Fungsi Dalam Pengambilan Data
Untuk mengambil data yang ditujukan analisis vegetasi lebih ideal untuk menggunakan metode LIDAR. Karena lebih lengkap dan detail informasi yang bisa diambil oleh metode ini. Namun, untuk melakukan update data lebih baik menggunakan fotogrametri.
Karena bisa melihat langsung perkembang vegetasi yang ada di dalam area yang dianalisis. Perbedaan dari data sebelumnya juga bisa terlihat lebih jelas.
Itulah perbedaan fotogrametri dan LIDAR, walaupun ada banyak kesamaan dari kedua metode ini. Namun, ada perbedaan data dan fungsi juga di antara keduanya. Jika anda ingin tahu lebih dalam mengenai fotogrametri maupun LiDAR bisa segera gabung bersama Terra Drone Academy. Karena anda akan dibimbing secara tepat dan memahami kelebihan dari setiap jenis drone dan fungsinya di setiap sektor industri.
Responses