Perbedaan Drone Fixed Wing dan Multirotor
Keberadaan drone dibedakan berdasarkan kategori khusus penggunaannya. Misalkan saja drone untuk hobi dan drone penunjang pekerjaan. Pembagian kategori drone juga ada yang dibedakan berdasarkan drone Multirotor dan Fixed Wing. Apabila Anda belum tahu perbedaan drone Fixed Wing dan Multirotor, maka simak penjelasan kami.
Secara umum, drone Fixed Wing punya sayap yang tetap. Sedangkan drone Multirotor lebih pada drone yang punya 2 atau lebih rotor penggerak. Secara keseluruhan keduanya punya bentuk fisik yang sangat berbeda. Bahkan orang awam pun akan dapat membedakan dengan mudah.
Simak Perbedaan Drone Fixed Wing dan Multirotor
Sebagian besar dari drone Fixed Wing digunakan untuk melakukan kegiatan yang lebih serius karena bentuknya sangat mirip dengan pesawat jaman dahulu. Sedangkan multirotor lebih sering dipakai untuk kegiatan yang jauh lebih sederhana.
Cenderung lebih sering dipakai untuk pemetaan, pembuatan foto, video, dan kegiatan sederhana lain. Penjelasan lain mengenai perbedaan keduanya dapat Anda ketahui lebih lanjut di bawah.
Drone Fixed Wing
Fixed Wing merupakan salah satu drone dengan sayap yang tetap. Bentuknya cenderung persis terhadap pesawat kuno. Berkat sayap yang kaku, maka daya angkat yang dihasilkan lebih baik ketimbang drone multirotor. Kecepatan yang dihasilkan juga berbeda dan lebih mantap. Anda dapat melihat adanya sayap yang semuanya dikendalikan mesin internal.
Selain mesin internal, ada juga drone Fixed Wing yang digerakkan dengan menggunakan motor listrik. Banyak dari drone ini dipakai untuk memetakan lahan atau survey lokasi. Selain punya kemampuan terbang yang baik, drone jenis ini akan memiliki kapasitas muatan yang berat. Bahkan sebagian perusahaan juga pernah melakukan pengiriman benda kepada konsumen.
Bukannya tidak mungkin juga untuk menggunakan drone Fixed Wing untuk mengirim sejumlah alat-alat medis maupun obat ke tempat yang jauh. Beberapa negara kepulauan sering memanfaatkan drone ini untuk berkirim barang, termasuk membeli vaksin. Proses terbangnya dapat dilakukan secara otomatis juga.
Drone Multirotor
Drone jenis Multirotor punya bentuk yang komersial dan sering kita lihat. Terdapat baling-baling setidaknya 2 buah atau lebih. Tersedia juga drone dengan baling-baling sebanyak 4 buah. Drone jenis ini mampu terbang dengan gerakan berbeda dibandingkan Fixed Wing.
Gerakan yang menjadi khas dari Multirotor adalah melakukan gerakan diam di ketinggian tertentu. Harga dari drone jenis ini cenderung lebih mahal dan berukuran besar. Berbagai jenis drone ini ada yang berupa hexacopter, quadcopter, dan juga octocopter. Mayoritas dari octocopter sendiri lebih sering diaplikasikan untuk kebutuhan sinematografi.
Sedangkan sebagian besar dari hexacopter dipakai untuk kebutuhan industri. Hexacopter juga sering dipakai untuk inspeksi maupun pemetaan dari udara. Drone Multirotor juga dapat dipakai untuk menyiram tanaman di sawah, menyemai, sekaligus menyebarkan pupuk. Harga dari drone untuk membantu kegiatan sehari-hari dapat berbeda-beda sesuai spesifikasinya.
Namun harga dari Multirotor cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan drone Fixed Wing. Contoh dari drone ini yang popular digunakan komersial adalah DJI Inspire 2, U49WF FPV Camera Drone, Freefly Alta 8, dan lain sebagainya. Kapasitas muatan dari drone Multirotor memang tidak sebanyak drone Fixed Wing.
Join Terra Drone Academy
Untuk anda yang ingin memperdalam pemahaman dan pengimplementasian drone. Bisa bergabung bersama Terra Drone Academy. Anda akan dipandu profesional untuk memahami penggunaan drone sesuai kebutuhannya setiap sektor.
Selesai penjelasan yang membahas perbedaan drone Fixed Wing dan Multirotor. Kini Anda sudah bisa membedakan kedua jenis drone berdasarkan bentuknya. Anda dapat memilih drone Fixed Wing maupun Multirotor sesuai kebutuhan masing-masing.
Responses