Prose Alur Izin Terbang Drone di Indonesia
Alur izin terbang drone di Indonesia saat ini masih sangat ramai dijadikan pembahasan karena masih banyak yang belum mengetahui bagaimana alur dalam mengurus izin terbang drone. Berdasarkan peraturan penerbangan drone Sebelum melakukan sebuah penerbangan drone, harus mendapatkan surat izin terlebih dulu sebelum melangsungkan penerbangan.
Sebagai pengguna, mengikuti aturan yang berlaku untuk melangsungkan penerbangan drone merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, disini kami akan menjelaskan bagaimana cara mengurus izin terbang untuk drone.
Izin Terbang Drone
Sebagai operator drone atau pilot, harus diketahui cara yang tepat untuk mengurus izin penerbangan drone. Sebelum itu, anda harus lebih mengetahui terlebih dahulu bagaimana alur perizinannya. Mari kita belajar bersama!.
1. Drone Pilot Harus Bersertifikat
Sertifikat remote pilot beserta registrasi drone yang masih berlaku merupakan faktor utama sebelum anda mulai mengurus izin terbang untuk drone. Hal itu dikarenakan, sang pilot harus dipastikan telah memahami betul seperti apa penerbangan drone itu. Mulai dari survey lapangan, mapping, serta inspeksi dengan pihak drone DJI.
2. Membuat Permohonan Risk Assessment dari AirNav
Sebelum mengajukan permohonan Risk Assesment ke AirNav, terlebih dahulu kita harus memiliki sertifikat drone termasih remote pilotnya dari SIDOPI dan juga harus melakukan analisis lokasi dimana drone tersebut akan melakukan penerbangan.
Setelah itu, baru kita dapat mengetahui secara akurat area terbang drone menggunakan peta ruang udara dari AirNav. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 37 Tahun 2020, sebelum mengajukan Risk Assessment ke AirNav, pihak pemohon harus melengkapi beberapa dokumen, diantaranya :
a. Melakukan Identifikasi
Pihak pengaju dapat melampirkan dokumen sertifikat drone dari SIDOPI. Pada umumnya, penerbangan drone harus mengumpulkan data survey mapping, uji performa, patroli keamanan publik, dan masih banyak lagi.
b. Membuat Checklist Area dan Peralatan Drone
Perlengkapan harus lebih detail pada spesifikasinya, hal itu untuk mempermudah anda dalam pengurusan izin. Tetapi, sebaiknya anda melampirkan berbagai spesifikasi peralatannya secara terpisah.
c. Track and Performance
Peta yang menjadi area penerbangan drone dapat dijadikan satu dengan tempat drone take-off dan landing. Sertakan juga, informasi tentang kecepatan drone yang akan digunakan untuk penerbangan.
d. Take-off and Landing Point
Titik lepas landas serta pendaratan juga tidak boleh terlewatkan dalam pengajuan Risk Assesment ke AirNav. Karena, kedua titik tersebut harus tertera pada peta yang akan anda ajukan.
e. Melampirkan Durasi dan Daya Baterai
Untuk waktu penerbangan, harus juga terlampirkan tentang durasi penerbangan beserta daya tahan baterai dalam penyerahan dokumen spesifikasi drone.
f. Jangkauan dan Area Maneuver
Lampirkan juga terkait jangkauan jelajah serta area manuver yang disatukan dalam satu peta dengan beberapa dokumen diatas.
g. Crew and Rule
Lampirkan juga seluruh nama kru yang terkait, diantaranya Remote Pilot in Command, Visual Observer, Teknisi, dan kru yang lainnya. Serta anda harus melampirkan kaidah pengoperasian yang akan anda gunakan, antara VLOS atau BVLOS.
3. Hazard Identification and Risk Assesment
Setelah berbagai dokumen diatas terlengkapi, maka sudah siap pula untuk mengirimkan dokumen tersebut ke AirNav. Kemudian, akan dilakukan pengecekan dokumen. Setelah selesai pengecekan, maka AirNav akan mengirimkan kembali dokumen yang berbentuk Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA).
4. Pengajuan Izin Terbang ke DNP
Jika anda telah mendapatkan sertifikat drone, serfirikat remote pilot dari SIDOPI, dokumen asuransi, dokumen HIRA, dan dokumen pendukung lainnya dari AirNav kemudian akan disetorkan kepada pihak DNP.
5. Pengajuan Notam
Apabila sudah mendapatkan rekomendasi dari DNP, selaku pemohon bisa langsung membuat NOTAM kepada pihak AirNav. Pastikan juga untuk tetap melakukan koordinasi dengan ATC setiap kali penerbangan agar berjalan lancar.Notam dapat diartikan sebagai penyebarluasan informasi yang bermaksud untuk mencapai tujuan informasi penerbangan untuk menjamin keamanan, kelancaran, dan keselamatan selama penerbangan berlangsung. Oleh karena itu mengetahui aturan untuk izin terbang drone sangatlah penting.
Responses